Rabu, 23 April 2025

HATA-HATA NAGEOK SIBAEN MEKKEL















OPPASAK(bukan umpasa ya)
Bittang narumiris
Ombun nasumorop
Dompet lam tipis
Utang lam torop

Murid baru Yg jenius

Ucok baru masuk SD kelas 1, hari pertama dia sdh protes sama ibu guru..

Ucok : “Bu.. saya seharusnya duduk di kelas 3..”
Bu gurunya heran.. “Kenapa kamu yakin begitu..?”
Ucok menjawab dg mantap..”Soalnya saya lebih pintar dari kakak saya yg sekarang kelas 3..”
Akhirnya bu guru membawa Ucok ke ruang KepSek..
Setelah diceritakan oleh bu guru, pak KepSek mencoba menguji Ucok langsung dengan berbagai materi pelajaran …murid kelas 3 SD..

Kepsek: Berapa 16 x 26?
Ucok : 416
Kepsek: Perang Diponegoro berlangsung tahun berapa ?
Ucok : 1825-1830
Kepsek: Siapa penemu lampu bohlam ?
Ucok : Thomas Alfa Edison
Kepsek: Hewan yg memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?
Ucok : omnivora

Setelah beberapa pertanyaan, pak Kepsek bilang ke ibu guru “Kelihatan nya Ucok memang cerdas,saya rasa bisa masuk dikelas 3..”

Tapi ibu guru masih blm yakin “coba saya tes lg pak kepsek..” kata bu guru.

Ibu guru: Benda apakah yg huruf pertamanya K.. huruf terakhirnya L.. yg bisa menjadi tegang, bisa lemas.?
(mendengar pertanyaan pak Kepsek melongo kaget..)

Ucok : Ketapel..

Ibu guru: OK, sekarang apakah yg huruf pertamanya M.. huruf terakhir K.. ditengah benda itu ada kacang nya?..
(pak kepsek makin melongo.. sambil melap keringat di jidatnya..)

Ucok : Martabak..

Ibu guru: OK, berikut..Kegiatan apa kah yg biasa dilakukan anak remaja dikamar mandi dg gerakan yg ber ulang2.., huruf pertamanya M, huruf terakhir I..?
(pak kepsek makin salah tingkah denger pertanyaan bu guru)

Ucok : Menggosok Gigi..

Ibu guru: Kegiatan apakah yg biasa dilakukan pria dan wanita yg lg pacaran dimalam hari, huruf pertamanya N, huruf terakhir T..
(pak kepsek nyaris pingsan denger pertanyaan terakhir..)

Ucok : Nonton Midnight..

Sebelum bu guru melanjutkan perta nyaan, pak kepsek memotong…

Kepsek : ”Ibu guru.. Udin masukin ke universitas aja…
saya yg lulusan S-3 aja salah terus jawabnya.

Curhat ni sada anak ni biang tu omakna | Humor
Disada tikki apala toho di tombara ni sada jabu, curhatma sada anak ni biang tu omakna, alana sampe sadarion dang hea dope dibereng imana bapana, gabe di sukkun ibanama umaknai jala ninnama :

Anakna : oma... oma ... manukkun majo au.....
Inangna : ( huhut mondok ondok ) aha huroha nalaho sukkun onmu anakku....
Anakna : ise jala didia do bapakku oma ?
Inangna : ai sohuboto ise manang nadidia bapam...
Anakna : boasa dang diboto oma attong da,,,, namarbadai do hamuna.?...
Inangna : daong nian da anakku... haduan molo dung balga ho boto onmu doi... (huhut laos tarpodom)

dung marsaminggu nai didatdati anaknai muse manukkun jala ninnama muse :
Anakna : oma.... satikosna majo didia do bapa... paboa ma...
Inangna : asa dibotoho anakku... molo bapam so hutanda doba,,,
Anakna : boasa dang ditanda oma.?
Inangna : namasahai tikki hami mambaekko, so hubereng bapam doba...
ai " sian pudi doau di ambil "
jala parsirangan namipe na hona lobong ni namanjaha postingan ondo bapam, ai ido umbahen dang hutanda bapam,,, apalagi maho....

Film Box Office dalam Bahasa Batak
1.     Enemy at the gates — Matte ho, nga ro !
2.     Remember the Titans — Ingot hamu partompaon i
3.     The Italian Job – Parbola
4.     Die Hard — Dang ra mate
5.     Die Hard II — Tong, dang olo mate
6.     Die Hard III — Dang marna mate fuang !!
7.     Bad Boys — Si roa balangs
8.     Sleepless in Seattle — Markombur di radio, dia boi modom ?
9.     Lost in Space — Dibondut banua holling
10.   X-Men — Pantang so bilak
11.   X-Men 2 — Tong sai pabilak-bilakhon
12.   The Brotherhood of War — Manat Mardongan-tubu
13.   Paycheck — Bayar habis panen ma i, bah!
14.   Independence Day – Agustusan
15.   The Day After Tomorrow – Haduan
16.   Die Another Day — Dang jadi mate sadarion
17.   There is Something About Marry — Si Maria Pargabus
18.   Silence of the Lamb — Hambing Parhohom
19.   Planet of the Apes — Huta ni Bodat
20.   Gone in Sixty Second — Marimpot-impot
21.   Freddy vs Jason — Peredi VS Jekson
22.   Air Bud — Panangga (biang)
23.   How To Lose A Girl in 10 Days – Topar
24.   Lord Of The Ring — Tulang. (ai tulang do si jalo tintin marangkup )
25.   Deep Impact — Hansit naii
26.   Million Dollar Baby — Ai sajuta arga ni Babi saonari?
27.   Blackhawk Down — Lali lao manangkup manuk
28.   Saving Private Ryan — (Ai ise si Ryan on? So ditanda batak goar ‘rian’. aong go si Peredi, Jekson, Mikael, Ultop, … dll.)
29.   Dumb and Dumber — Lam Loakon
30.   The Collateral — Si Padalan Hepeng
31.   Braveheart — Parate-ate
32.   Payback — Garar Utangmu
33.   My Greek Big Fat Wedding — Muli Sikobol-kobol
34.   I Know What You Did Last Summer – Datu
35.   I Still Know What You Did Last Summer — Unang gabusi ahu, hutanda do ho Ito
36.   Cold Mountain — Dolok Sanggul ma i…
37.   Any Given Sunday — Marminggu Hamu Fuang
38.   Beautiful Mind — Nipi Nama i
39.   Drunken Master – Parmitu
40.   The Gift — Durung-durung
41.   Lion King – Sisingamangaraja
42.   Mr. & Mrs. Smith — Smith Dohot Oroan na
43.   Rest In Peace — Dison Do Maradian (bah, aong go judul film songon i ? (apa ada judul film ini?))
44.   Run Away Jury — Martabuni Ho Tulang a
45.   Step Mom — Inang Panirang-Nirangan
46.   Band of Brother — Dongan Sabutuha, Dongan Sapargaulan
47.   2 Fast 2 Furious — Manat-manat di dalan


Batak, Jawa, Arab ,dan Amerika

Seorang lelaki Batak sedang mengadakan perjalanan dari Jakarta ke Hawaii dengan menumpang pesawat terbang …
Beberapa lelaki lain duduk sejajar dengannya, yaitu lelaki Jawa asli, Arab dan Amerika.
Pada jam makan siang, Pramugari menghidangkan makanan pada semua penumpang. Setelah selesai makan lelaki Batak ini memperhatikan lelaki lain yang duduk sejajar dengannya.
Pertama sekali dia lihat si orang Amerika mengeluarkan selembar uang 100 dollar Amerika, membersihkan mulut dan tangannya dengan uang itu… kemudian dibuang…
Si orang Batak terkejut… “Bahh… kok kau buang uang 100 dollar mu itu???”
Dengan tenangnya si Amerika menjawab (setelah diterjemahkan..) “Ah, tenang saja Amerika kan kaya, masih banyak dollar!!”
Seterusnya dia lihat si orang Arab, selesai makan mengeluarkan sebotol minyak wangi yang (pasti) mahal… menyemprotkannya ke tangan dan dada…dan dibuang…
Si orang Batak terkejut lagi…
“Bahh… kok kau buang minyak wangi mu itu? Kan masih banyak isinya??”
Dengan tenang si Arab menjawab (juga setelah diterjemahkan..)
“Ah, tenang saja, kan Arab kaya, masih banyak minyak di sana!”…
Busyet, si orang Batak terkejut setengah mati. Akhirnya dia ambil lelaki Jawa disebelahnya dia lempar keluar pesawat. Kali ini lelaki Amerika dan
Arab yang terkejut…
“Kenapa kamu lempar dia??”
Dengan tenang si orang Batak menjawab,
“Ah, tenang sazza laaaah (dengan sombongnya),, Indonesia kaya, masih banyak orang Zawa di sana…”

Pertama Kali Datang Ke Jakarta

Pertama sekali Ucok datang ke Jakarta, dia coba jalan-jalan mau tahu keadaan Jakarta, Pertama dia pergi ke Terminal Pl.Gadung
Kondektur : “Blok M… blok M..”
Ucok : Naik Bus kota jurusan blok M, selama dalam perjalanan setiap orang mau turun selalu sebut nama halte.
Penumpang lain : “Bang Senopati.. kiri!!”, bus berhenti.
Penumpang lain : “Bang Sudirman.. kiri!!”, bus berhenti.
Ucok : Wah gimana ya saya mau turun, dengan yakin ucok teriak,
Ucok : “Tahan Sihombing.. kiri!!”, bus jalan terus,
Ucok : Teriak lagi, “Bang Tahan Sihombing.. kiri!!”, akhirnya semua penumpang bis melihat ke arah ucok.
Ucok : Berdiri menghampiri kondektur, “Bang kau tuli ya saya tadi sudah bicara Tahan Sihombing kiri, kok bis jalan terus.”
Ucok : “Tadi penumpang lain tinggal sebut nama, bus berhenti, kamu belum tahu saya ya?”
Kondektur : “Maaf bang yang mereka sebut tadi nama halte bus ,dan di Jakarta namanya Halte Tahan Sihombing tidak ada, makanya jalan terus.”
Ucok : “Maaf juga bang lain kali buatkan halte Tahan Sihombing.”

Berjalan di Atas Air

Seorang Turis Batak berkunjung ke Israel. Dia menawar perahu mau keliling-keliling di Danau Galilea dan diberitahu pemilik perahu bahwa sewa perahu US$10/jam.
“Wah… mahal kali kau!!! di Danau Toba di negara saya Indonesia, sewa perahu gak sampai separuh-nya… itupun sudah bisa naik perahu keliling sampe puas…!”
Pemilik perahu itupun mencoba menjelaskan, “Ini kan di Israel … bukan di Indonesia… di danau ini-lah Tuhan Yesus berjalan di atas air …”
Mendengar jawaban pemilik perahu itu, spontan sang turis batak tersebut berjalan pergi … sambil merepet dan menggerutu,
“Oooo… PATUT MA ANTONG, GABE MARDALAN PAT TUHAN YESUS NAJOLO, AI SUMALING DO HAPE ARGANI SEWA NI SOLU DI TAO GALILEA ON !!!”
(Pantesan, Tuhan Yesus jadi jalan kaki jaman dulu, habis kebangetan sih mahalnya harga nyewa perahu di galilea ini…)

Ucok Sakit Perut

Seteleh tamat SMU di Aek Kanopan, Uccok memutuskan merantau karena tidak memiliki biaya untuk meneruskan kuliah, plus ditambah otak yang pas-pasan.
Orang tua Ucok memberi ongkos sekali jalan Rp.100.000, karena keuangan yang terjepit. Ucok memilih merantau ke daerah Pekan Baru.
Di Kota Pekan Baru, Ucok tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, setelah lima hari disana, uang sisa ongkos sudah habis, saudara tidak ada.
Singkat Cerita Ucok rela jadi Kernet (Kondektur) alat berat Eskapator ke hutan untuk membuka lahan garapan, nama operator alat beratnya, Sidabutar.
Sesampainya di Hutan, banyak juga orang yang kerja di sini! gumam Ucok dalam hati! dan dia tidak menemukan Toilet untuk MCK yang ada adalah lahan hamparan Luas, Mereka pun buat beskem untuk berteduh dimalam hari.
Karena mereka baru turun (masuk) dari kota ke Hutan, orang-orang yang ada dihutan memutuskan untuk Tidur Bareng di Beskem yang dibangun oleh Sidabutar dan Ucok sambil cerita-cerita.
Pada malan hari, kira kira jam 2 pagi, Sardi (orang yang mereka temui dihutan) sakit perut, dan memutuskan untuk buang air dibalik pohon yang besar dekat beskem mereka.
Secara kebetulan, jam 2 lewat 3 menit, Uccok juga sakit perut, dan bergegas keluar beskem untuk buang juga, dan Uccok memutuskan untuk buang di balik pohon yang sama dengan Sardi, Karena pohonnya besar dan agak rimbun gelap, Uccok ingat pesan orang tuanya dikampung, ( kalau mau buang air kecil/besar, harus permisi dengan kata Sattabi ditempat yang baru), begitu Uccok dekat dengan pohon itu, Uccok buka celana, dan berkata..
Uccok : “Sattabi Oppung dipangisi ni luat on” ( Permisi kepada pemilik wilayah ini). karena Sardi masih dibalik pohon, Sardi menjawab dari balik pohon…
Sardi : “Dang Boi ( Gak boleh)..!”
Seketika itu juga, Sakit perut Ucok sembuh, yang ada Ucok ketakutan, karena dia mengira pohon itu menjawab, karena tidak tahu kalau sebelum dia, Sardi sudah lebih dulu Jongkok disana, segera balik ke Beskem dengan pucat pasih dan langsung tidur.
Besok paginya baru cerita, dan semua temannya terbahak-bahak setelah Sardi cerita juga.

Guru matematika baru

Guru matematika baru
G:slmt pagi sonnari hita bljar mm.Mlo adg20 Prmen dibgi10Sadiama
M: 2 be
G:mlo 10 Dibagi10 Piga be
M:1 be
G:Eh malo''nina rohana jd molo 1Dibgi sappulu sadia bema
M':sangoccop be bu
BARU MERANTAU
Suatu hari, ada orang Batak yang sedang berwisata di kota Jakarta dan ia bermarga Manalu, saat menunggu taksi yang lewat iapun duduk untuk beristirahat. 

Saat itu ia melihat ada taksi tak berpenumpang yang kebetulan lewat maka segera iapun menyetop taksi itu, dan saat diberhentikan sang supir taksi bertanya kepada si Batak ini. "Mana lu?" tanyanya sambil mengintip dari jendela (maksudnya kamu mau ke mana?), si Batak ini kaget dan bergumam "Bah, hebat kali supir taksi di Jakarta ini? Belum apa-apa sudah tahu namaku." 

Lalu ia bertanya lagi pada si supir taksi ini "Hei kau, kau paranormal ya?" Lalu supir taksi ini menjawab sambil nyeleneh dan pergi "Sinting." Si Batak ini bergumam lagi "Bah, lebih hebat lagi supir taksi ini, dia tahu kemana tujuanku. 

Aku kan mau pergi ke rumah temanku si Ginting." Karena dari 5 taksi yang ia berhentikan mengatakan hal yang sama saja, si Batak ini frustasi dan akhirnya memutuskan untuk naik metro mini saja daripada repot-repot cari taksi. 

Di dalam metro mini ia berkata dalam hati "Supir-supir taksi di Jakarta ini paranormal semua kelihatannya tetapi aneh, kok mereka tak mau kutumpangi ya? Padahal uangku cukup."

SATTABI OPPUNG
Seteleh tamat SMU di Aek Kanopan, Uccok memutuskan merantau karena tidak memiliki biaya untuk meneruskan kuliah, plus ditambah otak yang pas-pasan.
Orang tua Ucok memberi ongkos sekali jalan Rp.100.000, karena keuangan yang terjepit. Ucok memilih merantau ke daerah Pekan Baru.
Di Kota Pekan Baru, Ucok tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, setelah lima hari disana, uang sisa ongkos sudah habis, saudara tidak ada.
Singkat Cerita Ucok rela jadi Kernet (Kondektur) alat berat Eskapator ke hutan untuk membuka lahan garapan, nama operator alat beratnya, Sidabutar.
Sesampainya di Hutan, banyak juga orang yang kerja di sini! gumam Ucok dalam hati! dan dia tidak menemukan Toilet untuk MCK yang ada adalah lahan hamparan Luas, Mereka pun buat beskem untuk berteduh dimalam hari.
Karena mereka baru turun (masuk) dari kota ke Hutan, orang-orang yang ada dihutan memutuskan untuk Tidur Bareng di Beskem yang dibangun oleh Sidabutar dan Ucok sambil cerita-cerita.
Pada malan hari, kira kira jam 2 pagi, Sardi (orang yang mereka temui dihutan) sakit perut, dan memutuskan untuk buang air dibalik pohon yang besar dekat beskem mereka.
Secara kebetulan, jam 2 lewat 3 menit, Uccok juga sakit perut, dan bergegas keluar beskem untuk buang juga, dan Uccok memutuskan untuk buang di balik pohon yang sama dengan Sardi, Karena pohonnya besar dan agak rimbun gelap, Uccok ingat pesan orang tuanya dikampung, ( kalau mau buang air kecil/besar, harus permisi dengan kata Sattabi ditempat yang baru), begitu Uccok dekat dengan pohon itu, Uccok buka celana, dan berkata..
Uccok : “Sattabi Oppung dipangisi ni luat on” ( Permisi kepada pemilik wilayah ini). karena Sardi masih dibalik pohon, Sardi menjawab dari balik pohon…
Sardi : “Dang Boi ( Gak boleh)..!”
Seketika itu juga, Sakit perut Ucok sembuh, yang ada Ucok ketakutan, karena dia mengira pohon itu menjawab, karena tidak tahu kalau sebelum dia, Sardi sudah lebih dulu Jongkok disana, segera balik ke Beskem dengan pucat pasih dan langsung tidur.
Besok paginya baru cerita, dan semua temannya terbahak-bahak setelah Sardi cerita juga.

Pepatah Bijak Lucu untuk membuat hidup supaya tetap enjoy. Artikel ini hanya sekedar humor semata, hanya bermaksud menghibur.

9 PEPATAH BIJAK LUCU

1.       Janganlah engkau MENUNTUT ILMU, krn pd dasarnya ILMU itu tdk bersalah.
2.      Janganlah engkau MENIMBA PENGETAHUAN, krn di dlm sumur tdk ada PENGETAHUAN.
3.      Janganlah engkau MEMBALAS BUDI, krn blm tentu BUDI yg melakukannya.
4.      Janganlah engkau MENYUMBANGKAN LAGU, krn LAGU yg SUMBANG tentu tdk enak didengar.
5.      Janganlah engkau MENGURUSI TEMAN, krn blm tentu temanmu ingin berbadan KURUS.
6.      Janganlah engkau MEMBERITAHU orang yg brtanya, krn org itu mngkin sukanya makan TEMPE.
7.      Janganlah engkau MENGARUNGI LAUTAN, percuma deh… krn KARUNG memang lebih cocok utk beras.
8.      Janganlah engkau MERESAPI kata2 bijak ini, krn MERES handuk aja sulit, apalagi MERES SAPI.
9.      Janganlah engkau MELINDUNGI orang yg Lemah, sbb orang itu akan tambah Lemah apabila dikasih LINDUNG.

BBM NAIK
Horas Bah !
BBM naik, hidup tambah SIMANUNGKALIT
Harga2 NAEK, SAGALA PANDAPOTAN MANURUNG,
Banyak SIHOTANG
Hidup bagaikan mendaki TOBING
Tak ada lagi HARAHAP
Kepala pusing sampai SIBUTAR BUTAR
Rambut rontok dan nyaris POLTAK
Jumlah rakyat miskin sudah PANGARIBUAN
Anak-anak menangis MARPAUNG-PAUNG
Otak sudah SITOMPUL
Tapi kita masih diminta sabar SITORUS
Jangan putus HARAHAP katanya
Mintalah PARLINDUNGAN, supaya BONAR-BONAR Selamat
…….BUTETT DAHH
BATAK..AMERIKA…ARAB
Alkisah seorang lelaki Batak bernama Ucoklendir Silupahotang sedang mengadakan perjalanan dari Jakarta ke Hawaii dengan menumpang pesawat terbang ...

Beberapa lelaki lain duduk sejajar dengannya, yaitu lelaki Jawa asli, Arab dan Amerika.

Pada jam makan siang, Pramugari menghidangkan makanan pada semua penumpang. Setelah selesai makan lelaki Batak ini memperhatikan lelaki lain yang duduk sejajar dengannya.

Pertama sekali dia lihat si orang Amerika mengeluarkan selembar uang 100 dollar Amerika, membersihkan mulut dan tangannya dengan uang itu... kemudian dibuang...
Si orang Batak terkejut... "Bahh... kok kau buang uang 100 dollar mu itu???"

Dengan tenangnya si Amerika menjawab (setelah diterjemahkan..) "Ah, tenang saja Amerika kan kaya, masih banyak dollar!!"

Seterusnya dia lihat si orang Arab, selesai makan mengeluarkan sebotol minyak wangi yang (pasti) mahal... menyemprotkannya ke tangan dan dada...dan dibuang...
Si orang Batak terkejut lagi...

"Bahh... kok kau buang minyak wangi mu itu? Kan masih banyak isinya??"
Dengan tenang si Arab menjawab (juga setelah diterjemahkan..)

"Ah, tenang saja, kan Arab kaya, masih banyak minyak di sana!"...

Busyet, si orang Batak terkejut setengah mati. Akhirnya dia ambil lelaki Jawa disebelahnya dia lempar keluar pesawat. Kali ini lelaki Amerika dan
Arab yang terkejut...
"Kenapa kamu lempar dia??"

Dengan tenang si orang Batak menjawab,
"Ah, tenang sazza lah, Indonesia kaya, masih banyak orang Zawa di sana..."



HUMOR BATAK

MALAS "MARTELEPON" | humor



Adongma sada ama-ama dohot sada ina-ina, sepakat mandok hata "TELEPON" songon gantini berhubungan intim suami istri, asa unang diboto akka gellengna......
Heama sahali, disuruh amantai dakdaki : "dokkon jolo tu omakmu, bapa naeng mar TELEPON......"
tor marlojong ma attong dakdanaki, madok tu omaknai, ninnama : "oma, oma, bapa naeng mar telepon inna" dialusi omakna ima ibana, "dokkon tu bapakmu, dang adong SINYAL"
Laos dipaboa dakdanak ima tu bapa nai alusni omaknai, .... disuruh bapanaima muse, "dokkon tu omakmu,.... bapa nga sai naeng mar TELEPON" laos dialusi omakna ima muse dokkon tu bapamu : "TELEPON LAGI LOWBAT dohot FULSA HABIS...."

marikkatima muse dakdanaki paboahon : "bapa, bapa didok uma Telepon lowbat jala nga habis fulsana" roma amantai mangalusi, dokkonma tu omakmu, "ya udah... bapa mau pakai TELPON di luar aja.... ! "

Tor mangamukma attong inantai, dokkon tu bapakmu, "molo sampe barani mamakke TELEPON di luar, ..... ikkon hubukka WARTEL umum di jabuon.! "
***


Sidoli Naso Hea Marminggu | Humor
Disada tikki malam minggu, heama martandang sada doli-doli tusada namarbaju, kebetulan Bibelvrow do anak borui.! songon nadipajonok doli-doli ima parhundulna, huhut dihaol itoani, dang pola manjua nian itoani, alanima gabe songon nalam dipaturun ibana tanganna dompak toru, Alai tompuma didok itoani songonon : Di ingot ito do kan aha natarsurat di Amsal 5 ayat 19 ? Tarsonggotma doli-doli i laos dipaluama tanganna gabe songon namaila huhut laos mulak.! ... 
Alai dung sahat dijabu penasaranma ibana, ahado natarsurat di Amsal 5 : 19 .! hape onma isina : " BIARLAH ... SELALU MEMUASKAN ENGKAU " 
Gabe menyesal hianma doli-doli i, jala didok dibogasan rohana, sialna ijo nasib hu, onma tahe molo dang hea iba Marminggu, .! Ianggo sadarion ikkon lao majolo au Marminggu tu Gareja .! 
Hehehe...
***


Komputer Ni Halak Batak
Disada tikki diparsikkolaan nisi putra batak, belajar komputer ma nasida. Disukkun guruna on ma si putra on tentang komputer.
Guru : Putra.. Apa saja yang kamu ketahui tentang komputer, jelaskan pengertiannya.
Putra : Iya bu...
Start : Mula-mula
Log Off : haruar
Run : Marlojong/Marikkati
Help : Pagurupion
Find : Lului, jalahi
Setting : Pareso / Pature
Enter : Lotak/doltuk
Media player : Pargocci
Anti virus : Putas
Virus : Gilok
Recycle bin : Partangkalan
Remote PC : Dampol tongosan
Document : Pustaha
Favorite : Hasoloman
Program : Siulaon
Mouse : Bagudung saba ma.
Keyboard : Papan silotak-lotakon
Server : Parhobas
Windows : Jaddela
Plug and Play : Pamasuk jala pangolu
Monitor : Sibereng-berengon/ sipanotnotan
Chatting : Marnonang
Hang : Ngongong, maoto
Power shutdown : Pamate, pokkik
Welcome to Windows 7: Horas tondi madingin, pir tondi matogu tu Windows 7
Software : Manang ahape halus baen
Delete : sosap
Winzip : pametmethon
Extract : diharhari



Curhat ni sada anak ni biang tu omakna | Humor
Disada tikki apala toho di tombara ni sada jabu, curhatma sada anak ni biang tu omakna, alana sampe sadarion dang hea dope dibereng imana bapana, gabe di sukkun ibanama umaknai jala ninnama :
Anakna : oma... oma ... manukkun majo au.....
Inangna : ( huhut mondok ondok ) aha huroha nalaho sukkun onmu anakku....
Anakna : ise jala didia do bapakku oma ?
Inangna : ai sohuboto ise manang nadidia bapam... 
Anakna : boasa dang diboto oma attong da,,,, namarbadai do hamuna.?...
Inangna : daong nian da anakku... haduan molo dung balga ho boto onmu doi... (huhut laos tarpodom)
dung marsaminggu nai didatdati anaknai muse manukkun jala ninnama muse :
Anakna : oma.... satikosna majo didia do bapa... paboa ma...
Inangna : asa dibotoho anakku... molo bapam so hutanda doba,,,
Anakna : boasa dang ditanda oma.?
Inangna : namasahai tikki hami mambaekko, so hubereng bapam doba...
ai " sian pudi doau di ambil " 
jala parsirangan namipe na hona lobong ni namanjaha postingan ondo bapam, ai ido umbahen dang hutanda bapam,,, apalagi maho....
hahaha  Pisss..!!

FILM BOX OFFICE DALAM BAHASA BATAK

Film Box Office dalam Bahasa Batak

Enemy at the gates -- Matte ho, nga ro !
Remember the Titans -- Ingot hamu partompaon i
The Italian Job -- Parbola
Die Hard -- Dang ra mate
Die Hard II -- Tong, dang olo mate
Die Hard III -- Dang marna mate fuang !!
Bad Boys -- Si roa balangs
Sleepless in Seattle -- Markombur di radio, dia boi modom ?
Lost in Space -- Dibondut banua holling
X-Men -- Pantang so bilak
X-Men 2 -- Tong sai pabilak-bilakhon
The Brotherhood of War -- Manat Mardongan-tubu
Paycheck -- Bayar habis panen ma i, bah!
Independence Day -- Agustusan
The Day After Tomorrow -- Haduan
Die Another Day -- Dang jadi mate sadarion
There is Something About Marry -- Si Maria Pargabus
Silence of the Lamb -- Hambing Parhohom
Planet of the Apes -- Huta ni Bodat
Gone in Sixty Second -- Marimpot-impot
Freddy vs Jason -- Peredi VS Jekson
Air Bud -- Panangga (biang)
How To Lose A Girl in 10 Days -- Topar
Lord Of The Ring -- Tulang. (ai tulang do si jalo tintin marangkup )
Deep Impact -- Hansit naii
Million Dollar Baby -- Ai sajuta arga ni Babi saonari?
Blackhawk Down -- Lali lao manangkup manuk
Saving Private Ryan -- (Ai ise si Ryan on? So ditanda batak goar 'rian'. Peredi, Jekson, Mikael, Ultop, ... dll.)
Dumb and Dumber -- Lam Loakon
The Collateral -- Si Padalan Hepeng
Braveheart -- Parate-ate
Payback -- Garar Utangmu
My Greek Big Fat Wedding -- Muli Sikobol-kobol
I Know What You Did Last Summer -- Datu
I Still Know What You Did Last Summer -- Unang gabusi ahu, hutanda do ho Ito
Cold Mountain -- Dolok Sanggul ma i...
Any Given Sunday -- Marminggu Hamu Fuang
Beautiful Mind -- Nipi Nama i
Drunken Master -- Parmitu
The Gift -- Durung-durung
Lion King -- Sisingamangaraja
Mr. & Mrs. Smith -- Smith Dohot Oroan na
Rest In Peace -- Dison Do Maradian (bah, judul film apa pulak lagi ini?)
Run Away Jury -- Martabuni Ho Tulang a
Step Mom -- Inang Panirang-Nirangan
Band of Brother --- Dongan Sabutuha, Dongan Sapargaulan
2 Fast 2 Furious --- Manat-manat di dalan

ASAL MUASAL TUAK

Legenda Asal Muasal Tuak

paragat
paragat
Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren, dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. Di Sumatera, tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan, di antaranya ‘nau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk, dan bagot’. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur, terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut, misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara.

Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal, yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna, setelah tumbuhan kelapa. Salah satunya adalah tuak(nira). Selain sebagai minuman sehari-hari, tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi.
Dalam tradisi orang Batak, tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu, seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. Pada upacara manuan ompu-ompu, tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia.
Sementara dalam upacara manulangi, tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. Pertanyaannya adalah kenapa tuak(nira) memiliki fungsi yang amat penting dalam kehidupan sosial-budaya orang Batak?
Menurut cerita, pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Beru Sibou. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Tanah Karo, Sumatera Utara. Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Beru kepada abangnya, Tare Iluh. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri. Oleh karena itu, ia mencoba untuk menolongnya. Apa yang menyebabkan Abangnya, Tare Iluh, dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Beru Siboau menolong abangnya?
Alkisah, pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo, Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh, sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Beru Sibou. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia.
Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia, setelah menderita sakit beberapa lama. Sepeninggal suaminya, sang istri-lah yang harus bekerja keras, membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Oleh karena setiap hari bekerja keras, wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu, kini menjadi anak yatim piatu. Untungnya, orang tua mereka masih memiliki sanak-saudara dekat. Maka sejak itu, si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya, adik dari ayah mereka.
Waktu terus berjalan. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah, sedangkan adiknya, Beru Sibou, tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Sebagai seorang pemuda, tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. Oleh karena itu, ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri, karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya.
“Adikku, Beru!” demikian si Tare Iluh memanggil adiknya.
“Ada apa, Bang!” jawab Beru.
“Kita sudah lama diasuh dan dihidupi oleh bibi. Kita sekarang sudah dewasa. Aku sebagai anak laki-laki merasa berkewajiban untuk membantu bibi mencari nafkah. Aku ingin pergi merantau untuk mengubah nasib kita. Bagaimana pendapat Adik?” tanya Tare Iluh kepada adiknya.
“Tapi, bagaimana dengan aku, Bang?” Beru balik bertanya.
“Adikku! Kamu di sini saja menemani bibi. Jika aku sudah berhasil mendapat uang yang banyak, aku akan segera kembali menemani adik di sini,” bujuk Tare kepada adiknya.
“Baiklah, Bang! Tapi, Abang jangan lupa segera kembali kalau sudah berhasil,” kata Beru mengizinkan abangnya, meskipun dengan berat hati.
“Tentu, Adikku!” kata Tare dengan penuh keyakinan.
Keesokan harinya, setelah berpamitan kepada bibi dan adiknya, si Tare Iluh berangkat untuk merantau ke negeri orang. Sepeninggal abangnya, Beru Sibou sangat sedih. Ia merasa telah kehilangan segala-segalanya. Abangnya, Tare Iluh, sebagai saudara satu-satunya yang sejak kecil tidak pernah berpisah pun meninggalkannya. Gadis itu hanya bisa berharap agar abangnya segera kembali dan membawa uang yang banyak.
Sudah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya, tapi tak kunjung datang jua. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya. Ia tidak tahu apa yang dilakukannya di perantauan. Sementara itu, Tare Iluh di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak, melainkan berjudi. Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian, ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras. Tetapi sayangnya, si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu, yaitu ketika pertama kali main judi. Setelah itu, ia terus mengalami kekalahan, sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan. Oleh karena terus berharap bisa menang dalam perjudian, maka ia pun meminjam uang kepada penduduk setempat untuk uang taruhan. Tetapi, lagi-lagi ia mengalami kekalahan.
Tak terasa, hutangnya pun semakin menumpuk dan ia tidak dapat melunasinya. Akibatnya, si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat. Suatu hari, kabar buruk itu sampai ke telinga si Beru Sibou. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang. Dengan bekal secukupnya, ia pun pergi mencari abangnya, meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada. Sudah berhari-hari si Beru Sibou berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dengan menyusuri hutan belantara dan menyebrangi sungai, namun belum juga menemukan abangnya. Suatu ketika, si Beru Sibou bertemu dengan seor ang kakek tua.
“Selamat sore, Kek!”
“Sore, Cucuku!” Ada yang bisa kakek bantu?”
“Iya, Kek! Apakah kakek pernah bertemu dengan abang saya?”
“Siapa nama abangmu?”
“Tare Iluh, Kek!”
“Tare Iluh…? Maaf, Cucuku! Kakek tidak pernah bertemu dengannya. Tapi, sepertinya Kakek pernah mendengar namanya. Kalau tidak salah, ia adalah pemuda yang gemar berjudi.”
“Benar, Kek! Saya juga pernah mendengar kabar itu, bahkan ia sekarang dipasung oleh penduduk tempat ia berada sekarang.
Apakah kakek tahu di mana negeri itu?
“Maaf, Cucuku! Kakek juga tidak tahu di mana letak negeri itu. Tapi kalau boleh, Kakek ingin menyarankan sesuatu.”
“Apakah saran Kakek itu?”
“Panjatlah sebuah pohon yang tinggi. Setelah sampai di puncak, bernyanyilah sambil memanggil nama abangmu. Barangkali ia bisa mendengarnya. Setelah menyampaikan sarannya, sang Kakek pun segera pergi. Sementara si Beru Sibou, tanpa berpikir panjang lagi, ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. Sesampainya di puncak, si Beru Sibou segera bernyanyi dan memanggil-manggil abangnya sambil menangis. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya.
Sudah berjam-jam si Beru Sibou bernyanyi dan berteriak di puncak pohon, namun tak seorang pun yang mendengarnya. Tapi, hal itu tidak membuatnya putus asa. Ia terus bernyanyi dan berteriak hingga kehabisan tenaga. Akhirnya, ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
“Ya, Tuhan! Tolonglah hambamu ini. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata, rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku.”
Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Beru Sibou, tiba-tiba angin bertiup kencang, langit menjadi mendung, hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. Sesaat kemudian, tubuh si Beru Sibou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau. Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman.
Demikianlah cerita “Kisah Pohon Enau” dari daerah Sumatera Utara. Hingga kini, masyarakat Tanah Karo meyakini bahwa pohon enau adalah penjelmaan si Beru Sibou. Untuk mengenang peristiwa tersebut, penduduk Tanah Karo pada jaman dahulu setiap ingin menyadap nira, mereka menyanyikan lagu enau.
Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Di antara pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah memupuk sifat tenggang rasa dan menjunjung tinggi persaudaraan, serta akibat buruk dari suka bermain judi. sifat tenggang rasa. Sifat ini tercermin pada sifat Beru Sibou yang sangat menjunjung tinggi tenggang rasa dan persaudaraan. Ia rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya dengan menjelma menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan orang-orang yang telah memasung abangnya. Hal ini dilakukannya demi membebaskan abangnya dari hukuman pasung yang telah menimpa abangnya tersebut. Sifat tenggang rasa dan persaudaran yang tinggi ini patut untuk dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari.